Kamis, 29 Desember 2016

Benarkah Pelapor Habib Rizieq, Doddy Abdallah, Adalah Pengikut Syiah ???

Laporan terhadap Habib Rizieq Syihab yang dilakukan oleh mahasiswa yang mengaku tergabung dalam Lembaga Student Peace Institute, dipimpin oleh Seorang mahasiswa yang Bernama Doddy Abdallah yang juga membawa serta dua orang saksi, masing-masing Dwi Pratomo dan Dedi.

Alasan Doddy melakukan laporan di Polda Metro Jaya terhadap Habib Rizieq, karena menganggap Habib Rizieq telah melakukan ujaran kebencian, yang dianggap mengganggu keberlangsungan Kerukunan Umat Beragama.

Dari penelusuran pembawaberita.com, ternyata Doddy Abdallah adalah salah satu pengikut aliran Syiah yang sangat membenci Umat Islam yang Ikut dalam Aksi Bela Islam III, kebencian mereka bukan hanya hal tersebut.

Doddy akhirnya diketahui sebagai salah Satu Pengikut Syiah, terbukti dengan munculnya foto-foto melalui akun facebooknya Doddy Abdallah, Dimana dia berfoto Bersama dengan rektor Sekolah Tinggi Filsafat Islam (Sadra), Khalid Al Walid, sekolah tinggi yang mengajarkan tentang filsafat Islam versi aliran Syiah. sementara Khalid A Walid sendiri adalah alumni Hawzah Ilmiah Qom dari Iran.

Sementara foto lainnya, Doddy yang Kelahiran Tomohon Sulawesi Utara, berpose bersama Ayatullah Profesor Khosroh Panoh.

Jadi entah Doddy syiah atau bukan hanya dia sendiri dan Allah yang tahu. Wallahu a'lam bisshawab

Sumber http://www.postmetro.co/2016/12/pelapor-habib-rizieq-doddy-abdallah.html#more

Inilah Isi Ceramah Habib Rizieq yang Dilaporkan Mahasiswa Katolik ke Polda Metro Jaya

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) resmi melaporkan Pemimpin sekaligus Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) M. Rizieq Syihab ke Polda Metro Jaya (PMJ) di Jakarta, Senin (26/12).

Pria yang akrab disapa Habib Rizieq itu diperkarakan karena dinilai melakukan penistaan agama seperti diatur dalam Pasal 156a KUHP.

Ketua Presidium PP PMKRI, Angelo Wake Kako mengatakan Habib Rizieq dilaporkan terkait ceramah "ucapan natal" yang diduga telah melecehkan umat Kristiani.

Adapun video ceramah Habib Rizieq itu kini sudah tersebar di media sosial seperti di youtube, twitter dan instagram.

Berikut isi cuplikan potongan ceramah Habib Rizieq yang diperkarakan itu:

"...Habib Rizieq selamat Natal. Artinya apa, selamat hari lahir Yesus Kristus sebagai anak Tuhan. Saya jawab, lam yalid wa lam yulad, Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan. Kalau Tuhan beranak, bidannya siapa..."

Pihak PMKRI belum membeberakan Habib Rizieq menyampaikan ceramah itu kapan dan dimana.

Saat ini Angelo Wake Kako Dkk sedang di ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) PMJ. 

Ya Allah.. lindungi ulama kami dari kejahatan serta fitnah dari orang kafir dan munafik. Panjangkanlah umur Habib Rizieq, amin.

Sumber http://www.postmetro.co/2016/12/inilah-isi-ceramah-habib-rizieq-yang.html

Rabu, 28 Desember 2016

Mohon Sebarkan..!!! Umat Islam Kembali akan Gelar Aksi Besar-besaran 11 Februari, Menegakkan Al Maidah 51

Setelah aksi 212, umat Islam kembali akan menggelar aksi besar-besaran pada 11 Februari 2017 (1117). Aksi untuk menegakkan surah Al-Maidah ayat 51 itu dilakukan dengan cara longmarch dari Monas ke Jalan Sudirman.

“Umat Islam siap banjiri Sudirman-Thamrin. Kita bukan untuk demo tapi kita ingin menegakkan surah Al-Maidah ayat 51.Kita start di MONAS lalu longmarch ke jalan Sudirman-Thamrin,” demikian ajakan Front Pembela Islam (FPI) yang disampaikan lewat media sosial, Senin (26/12/2016).

Selain itu pada  tanggal 12 Februari 2017  umat Islam wajib hadir Salat Subuh Gabungan di Masjid Istiqlal (04;00 s/d selesai). Kegiatan ini akan dihadiri 12.000 pengkhatam Alquran, dan dihari itu juga para pengkhatam Al-Qur'an mengkhatamkan dari juz 1 - juz 30. Dengan demikian dalam sehari itu dikhatamkan Alquran 12.000 kali.

Umat Islam juga diajak untuk Salat Subuh di masjid & mushola pada 15 Februari  sampai Imam Masjid mengatakan "mari satu jam lagi kita penuhi TPS untuk memilih pemimpin muslim".


Ahok

Menanggapi seruan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, Habib Novel Bamukmin dari Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) mengatakan, aksi itu untuk mengawal kasus penistaan agama  yang dilakukan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Kita terus gelorakan jihad konstitusi karena kasus Ahok sudah membuat umat Islam marah," ujar Habib Novel kepada Harian Terbit di Jakarta, Selasa (27/12/2016).

Menurut Novel, umat Islam harus dibangkitkan, jangan sampai terlena oleh gelimang dunia dan kekuasaan yang malah secara tidak sadar sudah dikendalikan.

"Sehingga kita memang harus rapatkan barisan untuk melawan siapa saja yang menghina islam,” ujar Novel.

Sumber http://www.postmetro.co/2016/12/umat-islam-kembali-akan-gelar-aksi.html#more

Ya Allah Lindungilah Ulama Kami... Habib Rizieq Kembali Dilaporkan ke Polda Metro Oleh Orang Yang Mengaku...

Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh sekelompok orang yang mengaku dari Student Peace Institute (SPI), Selasa (27/12). Selain Habib Rizieq, pemilik akun Twitter @sayareya yang mengunggah penggalan video ceramah Habib Rizieq tersebut juga ikut dilaporkan.

Laporan tersebut dilayangkan atas nama Direktur Eksekutif SPI, Doddy Abdallah dan diterima polisi dengan nomor LP/6367/XII/2016/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 27 Desember 2016. Keduanya diduga telah melanggar Pasal 156 KUHP dan Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Kami melaporkan saudara Habib Rizieq Shihab atas tuduhan telah menyebarkan di depan publik ujaran kebencian yang kemudian berpotensi memecah belah kerukunan umat beragama di Indonesia," ujar Doddy di Mapolda Metro Jaya, Selasa (27/12).

Saat melapor, Doddy membawa barang bukti berupa rekaman penggalan video ceramah Rizieq yang telah viral di media sosial. Kemudian, ia juga menyertakan screenshoot postingan @sayareya yang dianggap sebagai akun penyebar penggalan video tersebut.

Materi yang dilaporkan SPI sama seperti yang dilakukan Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI), Senin (26/12) kemarin. Namun, menurut Doddy, pihaknya tidak fokus melaporkan Rizieq atas dugaan penistaan agama.

"Unsur penistaan jelas, tapi kami fokus pada ujaran kebencian. Di situ ia jelas mengolok ajaran agama lain. Di situ ia mengatakan, 'kalau Tuhan beranak siapa yang jadi bidannya?'" ucap Doddy.

Doddy mengaku pihaknya mengetahui kasus ini dari pelaporan yang dilakukan PMKRI tersebut. Karena itu, SPI kemudian mengkaji ucapan Rizieq pada penggalan video tersebut dan menyimpulkan bahwa konten tersebut berpotensi mengganggu kerukunan antar-umat beragama.

"Kami datang sebagai mahasiswa Muslim. Kami putuskan untuk ikut melaporkan Rizieq agar dia tidak dianggap representasi umat Islam. Kami dari pihak muslim sendiri tersinggung," kata Doddy.


Sumber http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/16/12/28/oiuqhj335-habib-rizieq-kembali-dilaporkan-ke-polda-metro

Senin, 26 Desember 2016

Punya Hutang Atau Masalah Hidup..? Ustaz Arifin Ilham Ungkap Rahasia Dari Segala Rahasia, Baca Maka Hidup Anda Akan Berubah

Ikhlas memiliki makna kedekatan dengan Allah SWT. Terlebih, Rasulullah mengajarkan umatnya untuk melakukan segala hal dengan rasa ikhlas.
Namun, tidak banyak orang yang menyadarinya, Ustaz Arifin Ilham pun mengatakan ikhlas merupakan hal yang sangat rahasia untuk disadari oleh para individu.
Ustadz Arifin Ilham baru-baru ini ditanya seorang netizen bagaimana cara terbaik agar anak menjadi shalih dan berakhlak mulia. Juga tentang keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.

Pertanyaan itu disampaikan setelah Ustadz Arifin Ilham menshare kegiatan silaturahim Syawal yang didampingi oleh istri pertama. Istri kedua tidak ikut karena sedang hamil. “SubhanAllah bidadari abang yang pertama bersama tiga putra abang, sedang bidadari kedua tidak bisa menyertai abang, Alhamdulillah hamil anak amanah yang ketujuh insyaAllah, jazaakumullah,” kata Ustadz Arifin Ilham melalui akun Facebooknya.
Menanggapi pertanyaan netizen tentang bagaimana cara terbaik agar anak menjadi shalih dan berakhlak mulia, juga tentang keluarga sakinah mawaddah wa rahmah tersebut, Ustadz Arifin Ilham menuliskan rahasianya:

“SubhanAllah semua kunci dari kunci keberkahan hidup adalah KESUNGGUHAN TAAT dimulai dari KENI'MATAN SHOLAT MALAM, sahabatku,” ungkap pemimpin Majelis Adz Dzikra ini, Jum’at (24/7/2015).

Masya Allah... ternyata ini rahasianya. Kesungguhan taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dimulai dengan shalat malam. Bukan shalat malam ala kadarnya tetapi shalat malam yang dinikmati.

Semoga kita semua mampu menjalankannya. Aamiin.

Dari berbagai sumber

Minggu, 25 Desember 2016

PERLU ANDA TAHU!!! TERNYATA ADA RAHASIA DIBALIK URUTAN TINGGI JARI MANUSIA,,,SILAHKAN BAGIKAN!!!

Manusia diciptakan oleh Allah dengan kelengkapan fisik yang sempurna, salah satunya yaitu lima jari pada masing-masing tangan dan ternyata ada rahasia di balik urutan tinggi jari. Setiap organ tubuh manusia yang diciptakan oleh Allah memiliki masing-masing fungsi yang sangat canggih dan bahkan tidak ada satu manusia pun yang dapat membuat tiruan ini yang memiliki fungsi yang sama dengan buatan-Nya.

Inilah 5 Rahasia di Balik Urutan Tinggi Jari
Apakah anda pernah berfikir mengapa kelima jari kita tidak memiliki tinggi yang sama rata dan ukurannya pun berbeda. Ternyata perbedaan tinggi dan ukuran kelima jari manusia memiliki makna tertentu yang telah tertera dalam Al-Qur’an. Berikut adalah 5 rahasia di balik urutan tinggi jari manusia:

1. Jari kelingking
Jari kelingking merupakan jari yang memiliki ukuran paling kecil namun memiliki ketinggian lebih dari jari jempol. Jari kelingking ini merupakan simbol dari zaman Nabi Adam. Mengapa demikian? Nabi Adam merupakan nabi yang pertama dan jika dikaji lagi setiap tulisan Al-Qur’an selalu diawali dari arah kanan sehingga jari tangan kanan manusia merupakan simbol dari lafad Allah, sehingga huruf alif yang mengawali lafad Allah berada pada jari kelingking yang merupakan simbol dari permulaan yaitu simbol dari zaman Nabi Adam.

2. Jari manis
Ada rahasia urutan tinggi jari menurut Muslim pada jari manis. Jari yang memiliki ketinggian lebih dari jari kelingking dan jari manis ini merupakan simbol dari zaman Nabi Idris. Mengapa demikian? zaman Nabi Idris memiliki tingkat kemajuan peradaban yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan zaman Nabi Adam. Hal ini dapat dilihat dengan adanya sosok Buddha yang duduk diatas bunga teratai, bunga teratai melambangkan kemajuan peradaban di zaman itu yaitu dapat melakukan perjalanan hingga ke planet paling ujung yaitu sidrotul muntaha. Pada zaman itu Buddha merupakan simbol perjalanan mi’roj yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

3. Jari tengah
Jari tengah merupakan simbol dari zaman Nabi Nuh dan jari ini merupakan jari tertinggi dari jari lainnya yang menandakan bahwa pada pada zaman itu merupakan zaman puncak peradaban. Pada zaman itu, manusia memiliki tingkat peradaban yang sangat tinggi namun semua itu tidak dibarengi dengan keimanan mereka kepada Allah. Maka Allah menghukum mereka dengan mendatangkan banjir bandang dan menyelamatkan Nabi Nuh beserta pengikutnya yang ikut dalam perahunya. Inilah salah satu rahasia urutan tinggi jari menurut menurut Islam.

4. Jari telunjuk
Jari telunjuk merupakan jari yang memiliki ketinggian yang hampir sama dengan jari manis dan lebih pendek dari jari tengah. Jari telunjuk ini melambangkan kehidupan pada zaman Nabi Ibrahim. Pada zaman ini manusia mengalami penurunan peradaban hal ini dapat dilihat dengan pemikiran, kemakmuran, dan ukuran manusia yang semakin menyusut. Jari telunjuk biasa digunakan untuk melambangkan angka 1 sehingga jari ini melambangkan Nabi Ibrahim yang merupakan bapak dari semua nabi.

5. Jari jempol
Jari jempol merupakan jari terpendek dari jari lainnya sehingga jari ini melambangkan kehidupan zaman Nabi Muhammad. Zaman Nabi Muhammad merupakan zaman sisa-sisa peradaban sehingga pada zaman ini manusia tidak bisa menyaingi peradaban zaman sebelumnya baik dari segi teknologi dan kemakmuran. Namun pada zaman ini merupakan zaman diturunkannya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup setiap manusia.

Itulah informasi seputar Rahasia di Balik Urutan Tinggi Jari yang rupanya melambangkan peradaban kehidupan zaman para Nabi.

Sumber http://www.klikhikmah.com/2016/01/perlu-anda-tahu-ternyata-ada-rahasia.html#

Jika Anda Muslim Baca Penjelasan Penting Ini.. Cek Surat Maryam Ayat 33, Ternyata Mengucapkan Selamat Natal Itu...

Mengucapkan selamat Natal kepada kaum Nasrani adalah sebuah kesalahan dan merupakan perbuatan yang terlarang dengan kata sepakat dari para ulama. Namun sebagian orang yang dengan hawa nafsunya berpendapat bahwa boleh mengucapkan selamat Natal, mereka beralasan dengan satu ayat dalam surat Maryam. Yaitu ayat: “Dan keselamatan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa ‘alaihissalam), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali” (QS. Maryam: 33).


Mengucapkan selamat Natal kepada kaum Nasrani adalah sebuah kesalahan dan merupakan perbuatan yang terlarang dengan kata sepakat dari para ulama. Karena hari Natal dan juga keyakinan-keyakinan yang terkait dengannya, yaitu bahwa Isa ‘alaihissalam adalah anak Tuhan, bahwa ia adalah salah satu tiga Tuhan, bahwa ia disalib selama dua hari dua malam, dan sebagainya adalah hal-hal yang sangat bertentangan dengan akidah Islam. Maka bagaimana mungkin kita ucapkan selamat atas hal itu?
Namun sebagian orang yang dengan hawa nafsunya berpendapat bahwa boleh mengucapkan selamat Natal, mereka beralasan dengan satu ayat dalam surat Maryam. Yaitu ayat:
وَالسَّلامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا
Dan keselamatan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa ‘alaihissalam), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali” (QS. Maryam: 33).
Sehingga mereka mengatakan boleh mengucapkan selamat Natal asalkan ucapan selamat tersebut diniatkan untuk Nabi Isa, atau ucapan semisal. Benarkah alasan ini?

Tafsiran para ulama

Mari kita lihat pemahaman para ahli tafsir mengenai ayat ini:
  • Imam Ath Thabari menjelaskan: “Maksud salam dalam ayat ini adalah keamanan dari Allah terhadap gangguan setan dan tentaranya pada hari beliau (Nabi Isa) dilahirkan yang hal ini tidak didapatkan orang lain selain beliau. Juga keselamatan dari celaan terhadapnya selama hidupnya. Juga keselamatan dari rasa sakit ketika menghadapi kematian. Juga keselamatan dari kepanikan dan kebingungan ketika dibangkitkan pada hari kiamat sementara orang-orang lain mengalami hal tersebut ketika melihat keadaan yang mengerikan pada hari itu” (Jami’ul Bayan Fi Ta’wilil Qur’an, 18/193).
  • Al Qurthubi menjelaskan: “[Dan keselamatan semoga dilimpahkan kepadaku] maksudnya keselamatan dari Allah kepadaku -Isa-. [pada hari aku dilahirkan] yaitu ketika di dunia (dari gangguan setan, ini pendapat sebagian ulama, sebagaimana di surat Al Imran). [pada hari aku meninggal] maksudnya di alam kubur. [dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali] maksudnya di akhirat. karena beliau pasti akan melewati tiga fase ini, yaitu hidup di dunia, mati di alam kubur, lalu dibangkitkan lagi menuju akhirat. Dan Allah memberikan keselamatan kepada beliau di semua fase ini, demikian yang dikemukakan oleh Al Kalbi” (Al Jami Li Ahkamil Qur’an, 11/105).
  • Dalam Tafsir Al Jalalain (1/399) disebutkan: “[Dan keselamatan] dari Allah [semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali]”.
  • Al Baghawi menjelaskan: “[Dan keselamatan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan] maksudnya keselamatan dari gangguan setan ketika beliau lahir. [pada hari aku meninggal] maksudnya keselamatan dari syirik ketika beliau wafat. [dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali] yaitu keselamatan dari rasa panik” (Ma’alimut Tanzil Fi Tafsiril Qur’an, 5/231).
  • As Sa’di menjelaskan: “Maksudnya, atas karunia dan kemuliaan Rabb-nya, beliau dilimpahkan keselamatan pada hari dilahirkan, pada hari diwafatkan, pada hari dibangkitkan dari kejelekan, dari gangguan setan dan dari dosa. Ini berkonsekuensi beliau juga selamat dari kepanikan menghadapi kematian, selamat dari sumber kemaksiatan, dan beliau termasuk dalam daarus salam. Ini adalah mu’jizat yang agung dan bukti yang jelas bahwa beliau adalah Rasul Allah, hamba Allah yang sejati” (Taisir Kariimirrahman, 1/492).
Dan yang paling istimewa adalah penjelasan Ibnu Katsir tentang ayat ini. Beliau menjelaskan: “Dalam ayat ini ada penetapan ubudiyah Isa kepada Allah, yaitu bahwa ia adalah makhluk Allah yang hidup dan bisa mati dan beliau juga akan dibangkitkan kelak sebagaimana makhluk yang lain. Namun Allah memberikan keselamatan kepada beliau pada kondisi-kondisi tadi (dihidupkan, dimatikan, dibangkitkan) yang merupakan kondisi-kondisi paling sulit bagi para hamba. Semoga keselamatan senantiasa terlimpah kepada beliau” (Tafsir Al Qur’an Al Azhim, 5-230).
Demikianlah penjelasan para ahli tafsir, yang semuanya menjelaskan makna yang sama garis besarnya. Tidak ada dari mereka yang memahami ayat ini sebagai dari bolehnya mengucapkan selamat kepada hari raya orang nasrani apalagi memahami bahwa ayat ini dalil disyariatkannya memperingati hari lahir Nabi Isa ‘alaihis salam.

Sanggahan

Oleh karena itu, kepada orang yang mengatakan bolehnya ucapan selamat natal atau bolehnya natalan dengan ayat ini, kita katakan:
Pertama: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam yang menerima ayat ini dari Allah tidak pernah memahami bahwa ayat ini membolehkan ucapkan selamat kepada hari raya orang nasrani atau bolehnya merayakan hari lahir Nabi Isa ‘alahissalam. Dan beliau juga tidak pernah melakukannya, padahal ada kaum Nasrani yang hidup di masa beliau. Namun tidak pernah diriwayatkan beliau Shallallahu’alaihi Wasallam mengucapkan atau mengirim ucapan selamat natal kepada mereka.
Kedua: para sahabat Nabi ridwanullah ‘alaihim, generasi terbaik umat Islam, yang ada ketika Nabi menerima ayat ini dari Allah, mereka memahami isi dan penerapan ayat ini, pun tidak pernah mengucapkan selamat natal kepada kaum Nasrani. Bahkan Umar bin Khathab radhiallahu’anhu mengatakan:
أَعْدَاءَ اللَّهِ ؛ الْيَهُودَ , وَالنَّصَارَى ، فِي عِيدِهِمْ يَوْمَ جَمْعِهِمْ , فَإِنَّ السَّخَطَ يَنْزِلُ عَلَيْهِمْ , فَأَخْشَى أَنْ يُصِيبَكُمْ
“jauhilah perayaan-perayaan kaum musuh Allah yaitu Yahudi dan Nasrani. Karena kemurkaan Allah turun atas mereka ketika itu, maka aku khawatir kemurkaan tersebut akan menimpa kalian” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, sanadnya hasan).
Ketiga: Ayat ini bukti penetapan ubudiyah Isa ‘alaihis salam kepada Allah sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Katsir. Karena beliau hidup sebagaimana manusia biasa, bisa mati, dan akan dibangkitkan pula di hari kiamat sebagaimana makhluk yang lain. Dan beliau mengharap serta mendapat keselamatan semata-mata hanya dari Allah Ta’ala. Ini semua bukti bahwa beliau adalah hamba Allah, tidak berhak disembah. Sehingga ayat ini justru bertentangan dengan esensi ucapan selamat natal dan ritual natalan itu sendiri, yang merupakan ritual penghambaan dan penyembahan terhadap Isa ‘alaihissalam. Jadi tidak mungkin ayat ini menjadi dalil ucapan selamat natal atau natalan.
Keempat: ulama menafsirkan السَّلامُ (as salaam) di sini maknanya adalah ‘keselamatan dari Allah‘, bukan ucapan selamat. Andai kita terima bahwa السَّلامُ (as salaam) di sini maknanya adalah ucapan selamat, lalu kepada siapa ucapan selamatnya? Ayat menyebutkan السَّلامُ عَلَيَّ ‘as salaam alayya (kepadaku)’, berarti ucapan selamat seharusnya kepada Nabi Isa ‘alaihissalam. Bukan kepada orang Nasrani. Dan andai kita ingin mendoakan keselamatan kepada Nabi Isa ‘alaihissalam, maka waktunya luas, bisa kapan saja dan di mana saja tanpa harus dikhususkan pada perayaan Natal dan di depan orang Nasrani.
Kelima: jika ada yang mengatakan “biarlah mereka memahami bahwa kita mengucapkan selamat Natal kepada mereka, namun niat kita di dalam hati ingin mendoakan Nabi Isa“. Maka kita katakan:
  1. Ini adalah tauriyah. Tauriyah adalah seseorang meniatkan perkataannya berbeda dengan ucapan zahirnya. Kata para ulama tauriyah itu termasuk dusta, dibolehkan jika ada kebutuhan dan tidak mengandung kezaliman. Sedangkan dalam kasus ini tidak ada kebutuhan bagi seorang Muslim untuk mengucapkan selamat Natal dan juga terdapat kezaliman di dalamnya. Karena kezaliman yang terbesar adalah mempersekutukan Allah dengan makhluk-Nya.
  2. Dengan melakukan tauriyah demikian, maka di dalam anggapan orang Nasrani, Muslim yang mengucapkan selamat natal telah menyetujui esensi dari perayaan natal dan akidah-akidah yang batil di dalamnya.
Keenam: andai kita terima “tafsiran” mereka bahwa dari ayat ini dibolehkan mengucapkan selamat natal pada hari lahir Nabi Isa. Maka pertanyaannya adalah, mana bukti otentik bahwa Nabi Isa lahir tanggal 25 Desember?? Para ahli perbandingan agama menyatakan tidak ada bukti otentik dan dalil landasan bahwa perayaan hari lahir Isa ‘alaihissalam adalah tanggal 25 Desember.
Andrew McGowan, seorang pendeta Nasrani dekan di Yale Divinity School, dalam tulisan ilmiah berjudul “How December 25 Became Christmas” mengatakan: “Celebrations of Jesus’ Nativity are not mentioned in the Gospels or Acts; the date is not given, not even the time of year. The biblical reference to shepherds tending their flocks at night when they hear the news of Jesus’ birth (Luke 2:8) might suggest the spring lambing season; in the cold month of December … The extrabiblical evidence from the first and second century is equally spare: There is no mention of birth celebrations in the writings of early Christian writers such as Irenaeus (c. 130–200) or Tertullian (c. 160–225)
Artinya: “Perayaan kelahiran Yesus tidak disebutkan di dalam kitab Gospel dan kitab Acts. Tidak ada tanggal yang disebutkan di situ, bahkan tahun lahir saja tidak ada. Referensi yang ada adalah mengenai pengembala yang mengembalakan ternak mereka di malam hari ketika mereka mendengar Yesus lahir (Luke 2:8), ini mungkin menjadi ide awal dimunculkannya sangkaan waktu musim semi masa-masa beternak kambing di bulan Desember… Dan bukti-bukti di luar injil di abad pertama dan kedua menyimpulkan hal yang serupa: bahwa tidak disebutkan mengenai perayaan kelahiran dari tulisan-tulisan para penulis kristen terdahulu seperti Irenaus (130-220M) atau Tertullian (160-225M)”
Beliau juga mengatakan sebagai kesimpulan tulisannya: “In the end we are left with a question: How did December 25 become Christmas? We cannot be entirely sure. Elements of the festival that developed from the fourth century until modern times may well derive from pagan traditions. Yet the actual date might really derive more from Judaism“.
Artinya: “Akhir kata, kita masih meninggalkan pertanyaan: mengapa tanggal 25 Desember bisa menjadi hati perayaan natal? Kita belum yakin secara pasti. Elemen dari festival yang berkembang mulai dari abad ke 4 hingga sekarang bisa jadi merupakan turunan dari tradisi kaum pagan. Bahkan yang ada pada masa ini bisa jadi merupakan turunan dari tradisi Judaisme (Yahudi)” 1.
Jadi perayaan ini sebenarnya tidak ada asalnya! Nabi Isa ‘alaihissalam pun ternyata tidak pernah memerintahkan umatnya untuk mengadakan ritual demikian. Mengapa sebagian kaum muslimin malah membela bahwa ritual natalan itu ada dalilnya dari Al Qur’an, dengan pendalilan yang terlalu memaksakan diri?

Penutup

Pembahasan ini semata-mata dalam rangka nasehat kepada saudara sesama muslim. Kami meyakini sebagai muslim harus berakhlak mulia bahkan kepada non-muslim. Dan untuk berakhlak yang baik itu tidak harus dengan ikut-ikut mengucapkan selamat natal atau selamat pada hari raya mereka yang lain. Akhlak yang baik dengan berkata yang baik, lemah lembut, tidak menzhalimi mereka, tidak mengganggu mereka, menunaikan hak-hak tetangga jika mereka jadi tetangga kita, bermuamalah dengan profesional dalam pekerjaan, dll. Karena harapan kita, mereka mendapatkan hidayah untuk memeluk Islam. Dengan ikut mengucapkan selamat natal, justru membuat mereka bangga dan nyaman akan agama mereka karena kita pun jadi dianggap ridha dan fine-fine saja terhadap agama dan keyakinan kufur mereka.
Wabillahi at taufiq was sadaad.
Sumber https://muslim.or.id/29156-surat-maryam-ayat-33-apakah-dalil-bolehnya-ucapan-selamat-natal.html

Sabtu, 24 Desember 2016

Innalillahi...!!! Ternyata Begini Hukum Mengucapkan Selamat Natal Bagi Ummat Muslim, Anda Harus Baca Ini Agar Tidak Terjebak

Mungkin tidak lama lagi, akan terdengar, akan terpampang tulisan yang dibaca “Merry Christmas”, atau yang artinya Selamat Hari Natal. Dan biasanya, momen ini disandingkan dengan ucapan Selamat Tahun …


Mungkin tidak lama lagi, akan terdengar, akan terpampang tulisan yang dibaca “Merry Christmas”, atau yang artinya Selamat Hari Natal. Dan biasanya, momen ini disandingkan dengan ucapan Selamat Tahun Baru.
Sebagian orang menganggap ucapan semacam itu tidaklah bermasalah, apalagi yang yang berpendapat demikian adalah mereka orang-orang kafir. Namun hal ini menjadi masalah yang besar, ketika seorang muslim mengucapakan ucapan selamat terhadap perayaan orang-orang kafir.
Dan ada juga sebagian di antara kaum muslimin, berpendapat nyeleneh sebagaimana pendapatnya orang-orang kafir. Dengan alasan toleransi dalam beragama!? Toleransi beragama bukanlah seperti kesabaran yang tidak ada batasnya. Namun toleransi beragama dijunjung tinggi oleh syari’at, asal di dalamnya tidak terdapat penyelisihan syari’at. Bentuk toleransi bisa juga bentuknya adalah membiarkan saja mereka berhari raya tanpa turut serta dalam acara mereka, termasuk tidak perlu ada ucapan selamat.
Islam mengajarkan kemuliaan dan akhlak-akhlak terpuji. Tidak hanya perlakuan baik terhadap sesama muslim, namun juga kepada orang kafir. Bahkan seorang muslim dianjurkan berbuat baik kepada orang-orang kafir, selama orang-orang kafir tidak memerangi kaum muslimin.
Allah Ta’ala berfirman,
لا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah: 8)
Namun hal ini dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk menggeneralisir sikap baik yang harus dilakukan oleh seorang muslim kepada orang-orang kafir. Sebagian orang menganggap bahwa mengucapkan ucapan selamat hari natal adalah suatu bentuk perbuatan baik kepada orang-orang nashrani. Namun patut dibedakan antara berbuat baik (ihsan) kepada orang kafir dengan bersikap loyal (wala) kepada orang kafir.

Alasan Terlarangnya Ucapan Selamat Natal

1- Bukanlah perayaan kaum muslimin
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa perayaan bagi kaum muslimin hanya ada 2, yaitu hari ‘Idul fitri dan hari ‘Idul Adha.
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata : “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata : Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya kurban (‘Idul Adha) dan hari raya ‘Idul Fitri” (HR. Ahmad, shahih).
Sebagai muslim yang ta’at, cukuplah petunjuk Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menjadi sebaik-baik petunjuk.
2- Menyetujui kekufuran orang-orang yang merayakan natal
Ketika ketika mengucapkan selamat atas sesuatu, pada hakekatnya kita memberikan suatu ucapan penghargaan. Misalnya ucapan selamat kepada teman yang telah lulus dari kuliahnya saat di wisuda.
Nah,begitu juga dengan seorang yang muslim mengucapkan selamat natal kepada seorang nashrani. Seakan-akan orang yang mengucapkannya, menyematkan kalimat setuju akan kekufuran mereka. Karena mereka menganggap bahwa hari natal adalah hari kelahiran tuhan mereka, yaitu Nabi ‘Isa ‘alaihish shalatu wa sallam. Dan mereka menganggap bahwa Nabi ‘Isa adalah tuhan mereka. Bukankah hal ini adalah kekufuran yang sangat jelas dan nyata?
Padahal Allah Ta’ala telah berfirman,
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Bagimu agamamu, bagiku agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 6).
3- Merupakan sikap loyal (wala) yang keliru
Loyal (wala) tidaklah sama dengan berbuat baik (ihsan). Wala memiliki arti loyal, menolong, atau memuliakan orang kita cintai, sehingga apabila kita wala terhadap seseorang, akan tumbuh rasa cinta kepada orang tersebut. Oleh karena itu, para kekasih Allah juga disebut dengan wali-wali Allah.
Ketika kita mengucapkan selamat natal, hal itu dapat menumbuhkan rasa cinta kita perlahan-lahan kepada mereka. Mungkin sebagian kita mengingkari, yang diucapkan hanya sekedar di lisan saja. Padahal seorang muslim diperintahkan untuk mengingkari sesembahan-sesembahan oarang kafir.
Allah Ta’ala berfirman,
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَاء مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاء أَبَداً حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ
Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” (Qs. Al Mumtahanah: 4)
4- Nabi melarang mendahului ucapan salam
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ
Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashara dalam salam (ucapan selamat).” (HR. Muslim no. 2167). Ucapan selamat natal termasuk di dalam larangan hadits ini.
5- Menyerupai orang kafir
Tidak samar lagi, bahwa sebagian kaum muslimin turut berpartisipasi dalam perayaan natal. Lihat saja ketika di pasar-pasar, di jalan-jalan, dan pusat perbelanjaan. Sebagian dari kaum muslimin ada yang berpakaian dengan pakaian khas perayaan natal. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang kaum  muslimin untuk menyerupai kaum kafir.
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Pembicaraan Kelahiran Isa dalam Al Qur’an

Bacalah kutipan ayat di bawah ini. Allah Ta’ala berfirman,
فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا (22) فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَى جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا (23) فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا (24) وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا (25)
Maka Maryam mengandungnya, lalu ia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: ‘Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.’ Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” (QS. Maryam: 22-25)
Kutipan ayat di atas menunjukkan bahwa Maryam mengandung Nabi ‘Isa ‘alahis salam pada saat kurma sedang berbuah. Dan musim saat kurma berbuah adalah musim panas. Jadi selama ini natal yang diidetikkan dengan musim dingin (winter), adalah suatu hal yang keliru.

Penutup

Ketahuilah wahai kaum muslimin, perkara yang remeh bisa menjadi perkara yang besar jika kita tidak mengetahuinya. Mengucapkan selamat pada suatu perayaan yang bukan berasal dari Islam saja terlarang (semisal ucapan selamat ulang tahun), bagaimana lagi mengucapkan selamat kepada perayaan orang kafir? Tentu lebih-lebih lagi terlarangnya.
Meskipun ucapan selamat hanyalah sebuah ucapan yang ringan, namun menjadi masalah yang berat dalam hal aqidah. Terlebih lagi, jika ada di antara kaum muslimin yang membantu perayaan natal. Misalnya dengan membantu menyebarkan ucapan selamat hari natal, boleh jadi berupa spanduk, baliho, atau yang lebih parah lagi memakai pakaian khas acara natal (santa klaus, pent.)
Allah Ta’ala telah berfirman,
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al-Maidah: 2).
Wallahu waliyyut taufiq.
Sumber https://muslim.or.id/11051-alasan-terlarangnya-mengucapkan-selamat-natal-bagi-muslim.html#

Jumat, 23 Desember 2016

Terbongkar..!!! Rahasia Arti Garis Tangan Menurut Pandangan Islam, Cek Ini Sekarang

Kamu pasti penasaran dengan berbagai macam persoalan tentang tanda-tanda yang ada dalam kehidupan kita seperti kenapa Allah SWT menciptakan garis tangan setiap orang bermacam-macam? Walaupun satu keturunan, tetap saja garis tangannya berbeda.
Mungkin saja kamu sudah sering mendengar ada banyak orang yang dapat menerjemahkan garis tangan setiap orang. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita harus percaya akan perkataan orang yang katanya bisa menerjemahkan tersebut? Apakah benar, Allah SWT memberikan kemampuan kepada seseorang untuk membaca garis tangan orang lain? Apakah memberikan pesan tersembunyi dibalik garis tangan kamu dan orang-orang lainnya di dunia ini?
Dalam dasar-dasar hukum islam, garis tangan setiap orang sama sekali tidak ada kaitannya dengan nasib seseorang di masa yang akan datang. Kalaupun ada orang yang mengaku bisa membaca nasib seseorang dengan hanya melihat garis tangannya, kemungkinan orang tersebut hanya asal menafsirkan dan itu merupakan perbuatan yang dusta.
Jika apa yang orang tafsirkan itu benar, kemungkinan saja itu hanya kebetulan saja. Karena hanya Allah SWT yang mengetahui masa depan setiap hambanya yang bertaqwa kepadanya.

Merupakan Perbuatan Syirik

Menerjemahkan garis tangan sendiri atau garis tangan orang lain sebenarnya merupakan perbuatan syirik, karena meramalkan nasib seseorang. Perbuatan yang seperti ini tidak akan pernah dibenarkan dalam aqidah islam, karena nasib seseorang tergantung dari diri sendiri dan campur tangan Allah SWT. Tidak ada yang mengetahui segalanya kecuali Allah SWT dan itu sudah menjadi rahasia kehidupan bagi setiap makhluk hidup.

Mungkin kamu pernah bertanya-tanya, mengapa kadang-kadang ramalan mereka sesuai apa yang mereka ramalkan?

Seorang peramal pastinya memerlukan bantuan untuk dapat meramalkan sesuatu yang akan terjadi. Jika mereka meminta kepada sesama manusia, manusia merupakan makhluk yang tidak akan pernah tahu masa yang akan datang. Maka dari itu pasti para peramal meminta bantuan kepada makhluk ghaib, yaitu kepada setan yang terkutuk.
Setan suka pergi ke langit untuk mencuri berita-berita yang datang dari Allah SWT tentang apa saja yang akan terjadi di dunia nanti. Namun jika setan nekat melakukan perbuatan tersebut, mereka akan segera dilemparkan dengan api yang sangat panas. Maka dari itu para setan tidak pernah mendapatkan informasi yang sempurna kecuali hanya mengada-ngadakan saja.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِي السَّمَاء بُرُوجًا وَزَيَّنَّاهَا لِلنَّاظِرِينَ وَحَفِظْنَاهَا مِن كُلِّ شَيْطَانٍ رَّجِيمٍ إِلاَّ مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ مُّبِينٌ
“Dan sesungguhnya kami telah menjadikan dilangit gugusan bintang dan kami telah menghiasi langit itu untuk orang-orang yang memandangnya dan kami telah menjaganya dari dari setiap setan yang terkutuk kecuali yang telah mencuri berita yang didengarnya (melalui malaikat) lalu dia dikejar-kejar oleh semburan api yang terang. (Al-Hijr 16 – 18)
Kemudian hasil curian setan tentang berita dari langit dijual kepada para peramal. Bayaran yang akan mereka minta bukanlah uang yang banyak ataupun makanan yang sedap. Tetapi mereka hanya meminta kepada para penerima kabar untuk menemani mereka di neraka pada hari kiamat nanti.
Setan merupakan makhluk yang akan dibakar dineraka pada hari kiamat nanti. Mereka tidak akan pernah mendapatkan ampunan dari Allah SWT, tetapi mereka dapat mengajak makhluk lain untuk menemaninya dalam neraka nanti.

Meramal Nasib Seseorang Merupakan Cara Setan Menjerumuskan Manusia Ke Neraka

Para peramal merupakan teman bisnis setia para setan untuk menjadi agen pemasaran berita-berita kepada manusia lainnya. Salah satu cara yang dilakukan agar manusia tertarik untuk berteman dengan setan adalah dengan membaca garis tangan.
Orang awam pastinya tidak memiliki pemahaman sama sekali tentang aqidah islam. Orang-orang awam inilah yang menjadi target utama yang akan dijadikan teman di neraka pada hari kiamat nanti. Mungkin hanya sekedar iseng saja meramal nasib sendiri, tetapi akibatnya sangatlah fatal.
Karena meramal merupakan jalan menuju kesyirikan. Sementara dosa syirik itu akan terus terbawa hingga akhir hayat dan tidak diampuni.
إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاء وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan dia mengampuni segala dosa selain dosa itu (syirik) bagi siapa yang dia kehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah maka sungguh dia telah melakukan dosa yang besar. (An-Nisaa: 48)
Maka dari itu janganlah kamu sembarangan meramal sesuatu atau pergi ke seorang peramal, karena hal itu merupakan dosa yang sangat besar dan tidak diampuni oleh Allah SWT. Semoga kita termasuk orang yang mendapatkan berkah dari Allah SWT dan selalu istiqomah dijalannya.
Wallahu A’lam Bishshowab.

Sumber http://santrigaul.net/arti-garis-tangan/

Astaghfirullah..!!! Ternyata Ini Termasuk Uji Coba Dajjal, Namun Peminatnya Sangat Banyak.. Bimbing Kami ya Rabb

Diriwayatkan secara shahih oleh Imam Ibnu Majah Rahimahullahu Ta’ala, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam memberikan kabar terkait Dajjal. Kata manusia paling mulia ini mengingatkan, “Di antara fitnah Dajjal ialah, bersamanya ada surga dan neraka. Padahal, sesungguhnya nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka. Barangsiapa yang mendapatkan cobaan dengan nerakanya, hendaknya ia berlindung kepada Allah Ta’ala dan membaca ayat-ayat di awal surat al-Kahfi.”
Bukankah menghadirkan neraka dan surga merupakan kemampuan yang sangat dahsyat dan tidak bisa dilakukan oleh sembarangan orang? Jika surga dan neraka saja bisa diadakan, bukankah lebih mudah menghadirkan uang, harta, atau apapun yang lebih rendah tingkat kesukarannya?
Kelak, kita akan diuji dengan ujian yang berat. Umat akhir zaman akan dihadapkan pada fitnah-fitnah yang rumit nan pelik. Kelak akan dihadirkan sosok-sosok yang terlihat memiliki kemampuan luar biasa dalam berbagai bidangnya.
Kanjeng Dimas Taat Pribadi, salah satu contohnya.  Ia memiliki kemampuan menggandakan uang atas bantuan jin. Banyak orang berbondong-bondong mendatangi padepokannya. Bahkan seorang doktor pun kepincut dan aktif di dalam yayasan pimpinan Taat Pribadi.
Padahal, secara logika paling sederhana saja, uang mustahil digandakan, kecuali dengan cara-cara yang disepakati. Berdagang, misalnya, bisa menjadi sarana penggandaan uang jika dagangan laku. Tapi jika tidak laku, uang tidak bertambah bahkan bisa menimbulkan kerugian.
Ketika uang bisa digandakan tanpa resiko, tentu ada yang tidak beres lantaran menyalahi sunnatullah. Logika lainnya, bagaimana mungkin seseorang bisa menggandakan uang orang lain jika kehidupannya sendiri tak benar-benar makmur dan sejahtera.
Lantas, mengapa masih ada yang percaya? Inilah yang termasuk fitnah akhir zaman. Kebenaran tampak samar sampai tak terlihat, sedangkan keburukan terlihat amat menawan hingga banyak pengikutnya.
Selain fenomena seperti ini, banyak fenomena lain yang termasuk uji coba Dajjal. Bentuknya sangat banyak. Ironisnya, banyak kaum Muslimin yang tidak peka hingga terjerumus dan aktif di dalamnya.
Berhati-hatilah. Kuatkan iman dan taqwa. Perkuat aqidah dan ibadah. Ikuti petunjuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam terkait cara-cara melindungi diri dari fitnah Dajjal. Jika terhadap fenomena ini saja tidak bisa dijaga, apalagi dengan dahsyatnya fitnah Dajjal?
Ya Allah, lindungi kami dari fitnah Dajjal. Aamiin.
Sumber http://islamidia.com/ini-termasuk-uji-coba-dajjal-tapi-banyak-peminatnya/

Baca Dan Sebarkan..!! Ternyata Ini Hukum Suami yang Meminum Air Susu Istrinya Menurut Islam, Jangan Sampai Anda Tidak Tahu

Islam merupakan agama yang sangat terbuka dan bisa diterima oleh siapapun termasuk tentang suami minum air susu istrinya, sepanjang tidak terkait dengan deskripsi praktik dan detil, maka semua bisa terbuka, dan dibolehkan untuk dibicarakan. Tak terkecuali urusan rumah tangga.
Dalam hubungan suami-istri pasti banyak hal yang akan terjadi, mulai dari hal-hal yang persifat sensitif, private hingga komunikasi dalam berbagai hal yang semuanya telah diatur oleh agama. Terdapat satu hal yang kemungkinan tidak terhindarkan dalam hubungan suami istri yaitu percumbuan sebelum dan ketika melakukan hubungan yang menurut agama merupakan ibadah yang suci.
Bagaimana jika istri kemudian tengah berada dalam kondisi menyusui? Sedangkan si suami suka bercumbu dengan sesekali minum air susu sang istri. Nah pertanyaannya, bagaimana Islam menghukuminya?
Dibolehkan bagi suami untuk menghisap puting istrinya begitulah Islam membuka. Bahkan hal ini dianjurkan, namun catatan jika dalam rangka memenuhi kebutuhan biologis sang istri. Sebagaimana pihak laki-laki yang juga menginginkan agar istrinya memenuhi kebutuhan biologis dirinya.
Adapun ketika kondisi istri sedang menyusui bayi, kemudian suami ikut minum air susu istri, menurut para ulama ada bebarapa pendapat; Madzhab Hanafi berselisih pendapat. Ada yang mengatakan boleh dan ada yang me-makruh-kan. Dalam Al-Fatawa al-Hindiyah (5/356) disebutkan, “Tentang hukum minum susu wanita, untuk laki-laki yang sudah baligh tanpa ada kebutuhan mendesak, termasuk perkara yang diperselisihkan ulama belakangan.”
Dalam Fathul Qadir (3/446) disebutkan pertanyaan dan jawaban, “Bolehkah menyusu setelah dewasa? Ada yang mengatakan tidak boleh. Karena susu termasuk bagian dari tubuh manusia, sehingga tidak boleh dimanfaatkan, kecuali jika terdapat kebutuhan yang mendesak.
Keluar dari perselisihan ulama. Karena ada sebagian yang melarang, meskipun hanya dihukumi makruh. Bahwa suami yang pernah minum air susu istrinya, tidaklah menyebabkan dirinya menjadi anak persusuan bagi istrinya.
Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin mengatakan: “Menyusui orang dewasa tidak memberi dampak apapun, karena menyusui seseorang yang menyebabkan adanya hubungan persusuan adalah menyusui sebanyak lima kali atau lebih dan dilakukan di masa anak itu belum usia disapih. Adapun menyusui orang dewasa tidak memberikan dampak apapun. Oleh karena itu, andaikan ada suami yang minum air susu istrinya, maka si suami ini TIDAK kemudian menjadi anak sepersusuannya,” (Fatawa Islamiyah, 3/338).
Demikianlah pendapat beberapa ulama mengenai suami yang menyusu pada istrinya, semoga Allah SWT selalu memberikan petunjuk kebenaran dan kebaikan pada kita semua.
Sumber http://islamidia.com/hukum-suami-yang-meminum-air-susu-istrinya-menurut-islam/